Sejak pertama kali diumumkan adanya dua warga Depok (Jawa Barat) yang dirawat di Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Prof Dr Sulianti Saroso terpapar virus corona pada 2 Maret 2020, seketika itu semua lini kehidupan berubah.
Semua mulai khawatir, resah, panik dan diliputi rasa takut. Kesembuhan pasien pertama dan kedua itu dua minggu kemudian cukup menguatkan optimisme walaupun kegundahan terus melanda.
Apalagi sejak saat itu, pasien positif terinfeksi virus yang menyerang saluran pernafasan tersebut terus bertambah. Bahkan hingga hari ini terus terjadi pertambahan kasus.
Melesetnya beragam prediksi dan perkiraan mengenai tren penyebaran virus yang bermula dari Wuhan (China) itu menjadikan akhir dari wabah ini di Indonesia semakin tidak pasti.
Secara nasional, kasus terkonfirmasi positif virus corona (COVID-19) yang dilaporkan Satuan Tugas Penanganan COVID-19 per Jumat (14/8) pukul 12.00 WIB bertambah 2.307 kasus. Dengan pertambahan itu, COVID-19 menjadi 135.123 kasus.
Sedangkan pasien sembuh bertambah 2.060 orang. Total pasien COVID-19 yang berhasil pulih sebanyak 89.618 orang.
Jumlah pasien sembuh dari hari ke hari terus bertambah. Hal itu membuktikan bahwa penyakit ini bisa disembuhkan dan sekaligus menunjukkan bahwa upaya keras pemerintah patut disambut baik.
Namun di samping terus terjadi pertambahan pasien sembuh, pasien terkonfirmasi positif COVID-19 yang meninggal telah bertambah 53 jiwa sehingga menjadi 6.021 kematian.
Jumlah pasien positif tersebut didapatkan dari spesimen yang diperiksa per hari itu sebanyak 26.018 sampel. Dengan tambahan ini, jumlah spesimen yang telah diperiksa di Indonesia secara kumulatif mencapai 1.835.505 spesimen.
Secara umum, total suspek sebanyak 75.257 orang. Selama enam bulan, COVID-19 telah menjangkit di 34 provinsi di Tanah Air yang mencakup 481 kabupaten dan kota.
Data kumulatif kasus positif COVID-19 paling banyak di Indonesia terjadi di DKI Jakarta dengan 28.299 kasus, Jawa Timur (26.979) dan Jawa Tengah (11.340). Kemudian Sulawesi Selatan 10.793 dan Jawa Barat 8.275 kasus.
Walaupun terjadi peningkatan yang signifikan kasus covid-19 di Indonesia, RSUD Tapan berupaya untuk memutus mata rantai penularan korona ini dengan selalu mewajibkan semua petugas memakai APD, baik petugas yang ada di bidang pelayanan maupun di bidang lainnya. rsud tapan juga mewajibkan setiap pasien yang berobat harus memakai masker. hal ini tidak lain dilakukan demi seluruh karyawan dan demi seluruh elemen masyarakat yang berada di wilayah kerja RSUD tapan. Dengan hal ini mari kita rebut kemerdekaan kita kembali dari covid-19.
Terus bertambahnya orang yang terinfeksi virus corona menjadi tantangan bagi seluruh warga Bangsa Indonesia untuk mengatasinya. Dengan jajaran kesehatan sebagai garda terdepan yang tidak pernah sekejap pun mengendorkan kerja keras diyakini wabah ini dapat sirna.
Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) adalah momentum untuk menggelorakan dan meneguhkan semangat merebut kembali serta mempertahankan nilai-nilai atau makna hidup merdeka. Sudah enam bulan bangsa ini meniti waktu dalam cengkeraman virus corona.
Sebagai garda terdepan dalam melayani pasien COVID-19, para dokter paru tentunya memiliki risiko yang tinggi terinfeksi virus tersebut. Karena itu, dibutuhkan perhatian dan kehati-hatian saat merawat pasien.
Dengan doa semua orang yang disiplin menjalankan protokol kesehatan, kerja keras para dokter dan seluruh tenaga kesehatan diyakini tidak akan sia-sia.
Semua akan indah pada waktunya dan Indonesia mampu merebut kembali makna serta nilai-nilai hidup merdeka yang sementara ini direnggut virus corona.
Komentar 0
Tulis Komentar
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama berkomentar!